About me

Aset Comp, Servis Laptop Semarang

Aset Comp
Servis Laptop Semarang
Melayani:
- Instal Ulang Windows lengkap Full Version
- Office lengkap Full Version,
- Aplikasi lengkap Full Version
- Pembersihan virus sampai ke akarnya
- Atasi laptop lola
- Atasi Kursor hilang
- Atasi Wifi mati
- dan kendala kendala lainnya

Ready juga
LCD,
keyboard,
Adaptor / Charger Laptop
Tanya-Tanya dulu? GRATISSS
Garansi
- 1 Bulan
- 3 Bulan
- 1 tahun
(tergantung produk atau kendala nya)
(Bahkan Garansi uang kembali, karena misi kami adalah Terbaik-Termurah-Terpercaya)
Contact Aset Comp Semarang:
Hp/WA/TELEGRAM: 085713274263
Follow :
IG : @aset_coorporation
FB : Aset Coorporation
Lokasi:
Perum BPI blok P.13, Ngaliyan, Semarang
Depan kampus 2 UIN Walisongo Semarang
Atau ketik saja *Aset Comp Semarang* di Google, insyaAllah langsung ketemu.
(melayani COD juga)
.





.
#servislaptopngaliyan #servis #servislaptop #terbaik #termurah #terpercaya #bismillah #hadzaminfadlirobbi #insyaallah #berkah #service #laptop #asus #toshiba #hp #lenovo #instalulang #windows #matot #lola #virus #lemot #beli #tukar #jual #adaptor #lcd #keyboard #uinws #uinwalisongo #semarang #pati #demak #kudus #ngaliyan #boja #mijen #bsb #jerakah #servicelaptop #aset_coorporation #aset #asmasfiqi #aset_comp #aset_design #aset_shop #aset_cell #hits #uinwalisongosemarang #stikes
Terima kasih telah menghubungi kami
Aset Coorporation
Terbaik-Termurah-Terpercaya
Learn more »

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KHULAFA’UR RASYIDIN



PERKEMBANGAN ISLAM
PADA MASA KHULAFA’UR RASYIDIN

MAKALAH
Disusun guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu: Dr. H. Muslih MZ, M.A.






Oleh:
Ainur Aisyifa Minati                           (1403096047)
Muh. Syauqi Malik                             (1403096048)
Siti Munadliroh                                   (1403096053)

 FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2016














BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Muhammad saw, disamping sebagai pemimpin agama juga kepala pemerintahan. Setelah wafat, fungsi sebagai Rasulullah pengemban risalah kenabian tidak dapat disandangkan kepada manusia manapun di dunia ini, karena penetapan fungsi tersebut adalah mutlak dari Allah Swt. Selanjutnya pemerintahan Islam dipimpin oleh empat orang sahabat terdekatnya selama 30 tahun. Kepemimpinan tersebut adalah periode Khlifah Empat atau al-Khulafa’ al-Rasyidun
Khalifah adalah jabatan tertinggi dalam kepemimpinan Islam pasca Rasulullah SAW wafat. Mereka di pilih oleh umat Islam melalui musyawarah. Seorang kholifah wajib menjalankan kepemimpinanya sesuai dengan Al-Quran dan sunnah Nabi.tugas seorang khalifah selain sebagai kepala negara, dia juga menjabat sebagai panglima pasukan Islam yang memiliki kewenangan luas dalam hal pemerintahan.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa mempelajari suatu ilmu pengetahuan tanpa memahami sejarah dan perkembangannya tersebut maka akan terasa kurang lengkap bahkan sangat disayangkan. Banyak dari pemuda-pemudi pada zaman sekarang ini banyak yang melupakan sejarah, sehingga menjadikan dirinya hanya memahami konsepnya tanpa memandang sejarah yang pernah ada. Maka dari itu dalam makalah ini akan menjelasakan bagaimana sejarah perkembangan Islam pada masa al-Khulafa’ al-Rasyidun serta proses pemilihan khalifah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses pemilihan Khalifah?
2.      Bagaimana perkembangan Islam pada masa Abu Bakar?
3.      Bagaimana perkembangan Islam pada masa Umar bin Khatab?
4.      Bagaimana perkembangan Islam pada masa Utsman bin Affan?
5.      Bagaimana perkembangan Islam pada masa Ali bin Abi Thalib?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Proses Pemilihan Khilafah
Satu hal tentang suksesi yang pertama kali muncul dan mengusik jiwa masyarakat Jazirah Arab setelah ditinggal Muhammmad SAW di hamper separuh abad ke-7 adalah siapakah yang akan menggantikannya, baik sebagai pengemban amanah keagamaan maupun sebagai kepala pemerintahan.apapun masalahnya, diperlukan tokoh tertentu yang mempunyai otoritas keIslaman yang kuat ditengah masyarakat Madinah. Maka suksesi kepemimpinan mesti dilakukan dengan cara-cara yang baik dan demokratis serta diterima masyarakat.
Masalah kepemimpinan pasca Muhammmad SAW, kemudian menjadi otoritas umat Islam. Siapapun yang menggantikan Nabi tersebut, ia harus disepakati lalu dibaiat oleh masyarakat. Suatu prinsip bernegara yang sering kali diajarkan adalah musyawarah, sesuai dengan ajaran Islam.prinsip musyawarah dapat dibuktikan dengan beberapa peristiwa yang terjadi disetiap pergantian pemimpinan dari empat khalifah periode al-khulafa al-Rasyidin, meski dengan versi yang beragam. Upaya kearah postif selalu ditegakan oleh para sahabat ketika itu, sehingga umat Islam memberikan respons positf pula.
            Abu bakar memangku jabatan khalifah berdasarkan pilihan yang berangsung sangat demokratis di Tsaqifah Bani Sa’idah, memenuhi tata cara perundingan yang dikenal dunia modern. Melalui pedebatan panjan, akhirnya Abu Bakar disetujui untuk untuk menduduki jabatan khalifah. Pembaiatan Abu Bakar sudah sangat demokratis karena mempresentasikan keinginan mayoritas umat Islam.
            Agak sedikit berbeda dengan suksesi sesudahnya bukan melalui musyawarah karena Umar bn Khatab diangkat dan dipilih oleh tokoh tertentu dimasyarakat, kemudian disetujui oleh umat Islam.Munawir Sjadzali menegaskan, bahwa pengangkatan Umar bin Khattab sebagai khalifah pengganti Abu Bakar berdasarkan penunjukan oleh Abu Bakar. Abu Bakar meminta Utsman bin Affan untk menulis pesan tertulis tentang pengganti Abu Bakar yaitu Umar bin Khattab. Sesuai dengan pesan tertulis tersebut, sepeninggal Abu Bakar, Umar bin Khattab dibaiat sebagi khalifah kedua dalam satu peristiwa pembaiatan umum dan terbuka dimasjid Nabawi.[1]



            Dalam rangka pembaiat khalifah ketiga, umat Islam harus mencari calon pemimpin. Ditempat tidrnya, umar mengangkat suatu dewan yang terdri atas Usman, Ali, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin Auf, dan Saaid bin Waqqas untuk memilih khalifah diantar mereka sendiri apabila Khalifah Umar meninggal, Thalhah sedang tidak berada di madinah.oleh karena itu, kelima calon ini harus memilih seorangpengganti khalifah yang meninggal itu. Tugas itu benarbenar sulit karena nama Ali dan Usman harus benar-benar diperhatikan. Namun, pada waktu pemilihan dilakukan, Ali memilih Usman dan sebaliknya Usman memilih Ali.Sa’ad memilih anak saudaranya, yaitu Usman. Entang Abdurrahman dan Zubair tidak dikeahui siapa yang dipilih oleh mereka. Bagaimanapun, Usman memperoleh mayoritas suara terpilih sebagai khalifah. Umat Islam memberikan sumpah setia kepadanya, dan dengan demikian menyetujui pemilihan itu, Thalhah memberikan sumpah setia kepada Khalifah Usman.[2]


Learn more »

MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE DECISION MAKING



KELOMPOK 4
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE DECISION MAKING

          Muh. Syauqi Malik                             (1403096048) 
          Fina Hidayatur Rohmah                      (1403096067) 
          Anna Farkhatul Balighoh                    (1403096077) 
          Eva Nurdiana                                      (1403096061)

A.    Pengertian
Pembuatan keputusan (decision making) adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti. Pengambilan keputusan terjadi di dalam situasi-situasi yang meminta seseorang harus:   
1. Membuat prediksi ke depan
2. Memilih salah satu diantara dua pilihan atau lebih
3. Membuat estimasi (prakiraan) mengenai frekuensi kejadian berdasarkan bukti-bukti yang terbatas.
Menurut Ralf C. Davis, pengambilan keputusan adalah keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah di tetapkan. Sedangkan menurut Mary Follet pengambilan keputusan adalah seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti: logika, realita, rasional, dan pragmatis.
Model pembelajaran cooperative decision making atau Pembelajaran kelompok dengan tipe pengambilan keputusan mengupayakan peserta didik agar mampu mengajarkan kepada peserta didik lain. Model pembelajaran cooperative decision making merupakan suatu pendekatan pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dalam memilih alternative terbaik dalam memecahkan masalah.
Pengambilan keputusan (decision making) tidak jarang disamakan dengan berpikir kritis, pemecahan masalah dengan berpikir logis serta berpikir selektif. Dari ketiga pemikiran tersebut semuanya bermuara pada pengambilan keputusan untuk mendapatkan suatu pilihan yang kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk tindakan.



B.     Fungsi dan Tujuan Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara-cara pemecahan masalah memiliki fungsi antara lain:
1.      Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah, baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional.
2.      Sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut-paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Sementara itu, tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut:
1.      Tujuan yang bersifat tunggal
     Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain.
2.      Tujuan yang bersifat ganda
     Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan itu menyangkut lebih dari satu masalah, artinya satu keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua masalah atau lebih, yang sifatnya kontradiktif atau yang tidak bersifat kontradiktif.

Learn more »

Model-Model Pengembangan Kurikulum



MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM

MAKALAH
Disusun guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Pengembangan Kurikulum
Dosen Pengampu: Dra. Ani Hidayati, M.Pd.









Oleh:
Muh. Syauqi Malik                             (1403096048)
Umi Salma Fauziyah                           (1403096060)
Khoirul Jannah                                    (1403096077)


 FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2016





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
     Pengembangan kurikulum  tidak dapat  lepas  dari  berbagai  aspek  yang mempengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai (nilai moral, keagamaan, politik, budaya,  dan  sosial),  proses  pengembangan,  kebutuhan  peserta  didik,  kebutuhan masyarakat  maupun  arah  program  pendidikan. Aspek-aspek tersebut  akan menjadi bahan  yang perlu  dipertimbangkan  dalam  suatu pengembangan  kurikulum.
Model  pengembangan  kurikulum  merupakan  suatu alternatif  prosedur dalam rangka mendesain (designing), menerapkan (implementation), dan  mengevaluasi (evaluation) suatu kurikulum. Oleh karena itu, model pengembangan kurikulum harus dapat  menggambarkan  suatu proses  sistem  perencanaan  pembelajaran  yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dan standar keberhasilan pendidikan.
Berbagai macam model kurikulum telah dikembangkan oleh para ahli kurikulum, pendidikan dan psikologi. Sudut pandang ahli yang satu terkadang berbeda dengan sudut pandang ahli yang lain. Ada yang memandang dari sudut isinya dan ada juga yang memandang dari sisi pengelolaanya (sentralisitik/desentralistik). Tidak sedikit pula ahli yang mengembangkan model kurikulum dari sisi proses penggunaan kurikulum tersebut. Namun demikian, jika anda teliti lebih lanjut, para ahli tersebut mempunyai satu tujuan/arah yaitu mengoptimalkan kurikulum.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian model-model pengembangan kurikulum?
2.      Bagaimana model-model pengembangan kurikulum?





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian model-model pengembangan kurikulum
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas (Arends dalam Trianto, 2010: 51).
Sedangkan menurut Joyce & Weil (1971) dalam Mulyani Sumantri, dkk (1999: 42) model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, dan memiliki fungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar. Berdasarkan dua pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagi pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar.[1]

B.     Model-Model Pengembangan Kurikulum
  1. Ralp Tyler
Model pengembangan Tyler (1949) diajukan berdasarkan pada beberapa pertanyaan yang mengarah pada langakah-langkah dalam pengembangan kurikulum. Pertanyaan tersebut adalah:
a)      Tujuan pendidikan apa yang harus dicapai oleh sekolah?
b)      Pengalaman-pengalaman pendidikan apakah yang semestinya diberikan untuk mencapai tujuan pendidikan?
c)      Bagaimana pengalaman-pengalaman pendidikan sebaiknya diorganisasikan?
d)     Bagaimana menentukan bahwa tujuan telah tercapai?
Oleh karena itu, menurut Tyler ada empat tahap yang harus dilakukan dalam pengembangan kurikulum, yang meliputi:
a)      Menentukan tujuan pendidikan
b)      Menentukan proses pembelajaran yang harus dilakukan
c)      Menentukan organisasi pengalaman belajar
d)     Menentukan evaluasi pembelajaran
Berikut ini penjelasan setiap tahapan model pengembangan kurikulum Tyler.
a)      Menentukan tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan arah atau sasaran akhir yang harus dicapai dalam program pendidikan dan pembelajaran. Tujuan pendidikan harus menggambarkan perilakuakhir setelah peserta didik mengikuti program pendidikan, sehingga tujuan tersebut harus dirumuskan secara jelas ssampai pada rumusan tujuan khusus guna mempermudah pencapaian tujuan tersebut.
Ada tiga aspek yang harus dipertimbangkan sebagai sumber dalam penentuan tujuan pendidikan menurut Tyler, yaitu hakikat peserta didik, kehidupan masyarakat, dan pendangan para ahli bidang studi. Ketiga aspek tersebut harus dipertimbangkan dalam penentuan tujuan pendidikan umum. Penentuan tujuan pendidikan dengan berdasarkan masukan dari ketiga aspek tersebut, selanjutnya difilter oleh nilai-nilai filosofis masyarakat dan filosofis pendidikan serta psikologi belajar.
Ada lima faktor yang menjadi arah penentuan tujuan pendidikan, yaitu pengembangan kemampuan berpikir, memebantu mamperoleh informasi, pengembangan sikap kemasyarakatan, pengembangan minat peserta didik, dan pengembangan sikap social.

Learn more »

KAPUR BARUS TERAPUNG



KAPUR BARUS TERAPUNG

LAPORAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Praktikum IPA
Dosen Pengampu: Zuanita Adriyani, M.Pd.







 

Oleh:
Muh. Syauqi Malik                             1403096048
Ana Fityiyana                                    1403096051
Asih Setya Tri Lestari                         1403096069

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015



A.    Latar Belakang
Kapur barus merupakan benda padat yang akan tenggelam didalam air karena memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air. Namun kami melihat ada kapur barus yang dapat terapung. Oleh sebab itu, dalam percobaan kali ini kami akan melakukan eksperimen tentang kapur barus agar dapat terapung.

B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui cara mengapungkan kapur barus
2.      Untuk mengetahui reaksi cuka dan soda kue dalam air

C.     Landasan Teori
Kapur barus atau kamper adalah zat padat berupa lilin berwarna putih dan agak transparan dengan aroma yang khas dan kuat. Zat ini memiliki rumus molekul C10H16O. Senyawa ini bersifat volatil, mudah menguap walau dalam bentuk padatan. Uap yang dihasilkan bersifat mudah terbakar. Disebut kapur barus karena kapur barus atau yang disebut juga dengan kamfer (atau camphor dalam bahasa Inggris) dahulu kala dibuat dari potongan kayu batang pohon Cinnamomum camphora yang yang ditemukan di Asia, terutama di Sumatera, Kalimantan dan Taiwan. Dimana potongan-potongan kecil kayu ini direbus dan melalui proses penyulingan dan penghabluran diperoleh kristal kamfer sebagai bahan baku untuk diproses di pabrik. Kemudian kamfer ini dalam bahasa Melayu dinamakan kapur barus.
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.

Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air
Learn more »